Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘SERUAN MORAL KADER PAN UNTUK PKS’

SERUAN MORAL KADER PAN UNTUK PKS*

Oktober 14, 2008

Telah berkali-kali Fraksi PKS DPR membuat pernyataan di media massa yang pada dasarnya bersifat menyerang dan menyakiti bahwa F-PAN tidak siap menerima kekalahan dalam soal hasil Pilkada Malut. Saya ingin mengingatkan PKS dengan pernyataannya tersebut bahwa tolong diperiksa kembali semua dokumentasi sikap dan pernyataan PAN selama ini apakah pernah menyinggung fraksi lain, khususnya PKS dalam soal Pilkada Malut? Bahkan dalam soal hasil Pilkada Depok di mana PKS berdemonstrasi pagi, siang, dan malam menolak kekalahan mereka, apakah PAN pernah membuat pernyataan yang mengecam PKS sebagai partai yang tidak siap menerima kekalahan? Bahkan terhadap kemenangan calon Gubernur yang didukung PAN di Kalimantan Timur yang telah memenangkan Pilkada tetapi oleh KPU provinsi dengan alasan merujuk ke undang undang baru hasil amandemen terhadap undang undang no 32 tahun 2004 tentang syarat dinyatakan menang dalam satu putaran adalah minimal 30 % yang oleh calon dukungan PAN dianggap kontroversial soal masa berlakunya, apakah PAN memobilisasi penolakan terhadap putusan KPU tersebut? Apakah PAN menyinggung PKS yang tetap meminta agar dilakukan Pilkada putaran kedua sebagai partai yang tidak siap menerima kekalahan?

Semua sikap PAN tersebut diatas yang tidak menyinggung dan menyakiti Fraksi lain dalam soal Pilkada, khususnya Fraksi PKS dan lebih khusus lagi dalam soal Pilkada Malut adalah karena PAN ingin tetap memperjuangkan kepentingan akuntabilitas penyelenggaran pemilu serta perwujudan suatu kepemimpinan pemerintahan daerah yang akuntabel dan kredibel tetap berlangsung dalam koridor sistem hukum dan politik nasional. PKS bertanya kenapa PAN ngotot dalam soal ini. Jawabnya ya, karena PAN menolak dengan keras tindakan pemerintah yang membajak kewenangan KPU dengan mendukung suatu sistem kecurangan yang berpola, yaitu penghitungan di lakukan di hotel di Jakarta tanpa saksi dan oleh KPU yang sudah dinonaktifkan, PAN juga menolak dengan keras untuk mengakui terbentuknya kepemimpinan pemerintahan daerah yang tidak lahir dari suatu sistem seleksi yang adil dan jujur sehingga akan menimbulkan konflik dan kekecewaan di tengah masyarakat dan selanjutnya hanya akan menjauhkan rakyat dari pemenuhan hak dan kebutuhan dasar mereka yang selama ini sudah terabaikan.

Dalam soal ini, rasanya PAN lebih memiliki alasan moral untuk bertanya mengapa ketika kecurangan itu menguntungankan PKS, walaupun menimbulkan konflik dan keputusasaan rakyat yang semakin tidak berdaya, tetapi PKS tetap membelanya yang artinya membela semua mata rantai kecurangan dalam Pilkada Malut? Bahkan tidak hanya sampai di situ, dalam melakukan pembelaan terhadap kecurangan tersebut, PKS menyerang dan menyakiti PAN dengan mengulang-ulang mengatakan bahwa PAN tidak siap menerima kekalahan. Terkadang saya merenung, sesungguhnya dari mana asal usul enerji keyakinan PKS yang semakin besar sehingga begitu yakin dengan sikap menyerang dan menyakiti fraksi lain dengan pernyataan ber ulang-ulang seperti itu. Dan sering juga terlintas, mungkin PKS terkadang ingin meyakinkan kita semua bahwa jaringannya sudah begitu kuat sehingga siap melakukan tekanan dan pelecehan kepada fraksi lain walaupun demi membela suatu sistem kecurangan.

Saya mengajak kita semua untuk kembali pada fatsun politik parlemen dimana seharusnya sesama fraksi untuk senantiasa berpolitik dalam dan pada koridor hukum dan konstitusi demi menjamin terwujudnya pemenuhan hak-hak rakyat, terutama dalam pendidikan, jaminan kesehatan, kesempatan kerja, pangan dan papan melalui penguatan dan peningkatan kualitas good governance baik di pusat maupun daerah.

 

*Merupakan Tanggapan kader PAN terhadap pernyataan PKS di berbagai media

*Oleh Alip Purnomo, Kader PAN, Calon Anggota DPR RI RI Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu)