Arsip untuk Juli, 2009

MALAYSIA DAN TERORISME DI INDONESIA

Juli 21, 2009

Sejumlah spekulasi muncul terkait dengan para pengunggang kuda troya terorisme. Salah satunya adalah kemungkinan negara tetangga kita yang sering menjadi biang cekcok, Malaysia. Untuk menjawab mungkinkah Malaysia terlibat dalam jaringan teroris yang melakukan pengeboman di Indonesia, kita dapat menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apakah Malaysia memperoleh keuntungan dengan terjadinya ledakan bom kemarin itu? Jawabnya iya. Pertama, kedatangan tim sepak bola MU ke Indonesia menjadi tertunda. Dalam penundaan tersebut Malaysia memperoleh keuntungan berlipat karena MU akirnya memutuskan bermain dua kali di Malaysia, meskipun dalam rencana hanya sekali. Seperti kita ketahui bahwa kehadiran Tim MU yang memiliki penggemar jutaan orang diberbagai negara sangat dinantikan dan diharapakan mampu memerikan stimulan energi motivasi guna memajukan persepakbolaan di negara yg dikunjungi, tanpa kecuali Indonesia.
  2. Apakah jaringan teroris yang ada di Indonesia terindikasi adanya keterlibatan Malaysia? Jawabnya Iya, bahkan gembong jaringan teroris yang akhirnya mati di tembak adalah warga Malaysia, yakni Doktor Azhari. Bahkan sejumlah nama seperti Imam Samudra, Imam Hambali, Nurdin M. Top dll (generasi pertama terorisme di Indonesia) memperoleh pendidikan keterorisme-an di Malaysia. Bukankah kita merasa aneh, kenapa para teroris tersebut tidak pernah melakukan bom bunuh diri di Malaysia sekalipun, setidak-idaknya melakukan ujicoba di negara tetangga kita tersebut? Hal tersebut memunculkan spekulasi kami jangan-jangan teroris di Indonesia merupakan bentuk strategi Malaysia untuk melakukan konspirasi di Indonesia. Bukankah terorisme merupakan kejahatan trans nasional, kenapa pemerintah kita seolah-olah menutup mata terhadap hal itu, malah rajin menuduh yang lain-lain, yang berpotensi membuat rawan persatuan kita?.
  3. Apakah ada alasan-lainnya? Iya, bukankah sebelum ledakan bom kemarin itu sempat terjadi ketegangan militer antara Malaysia-Indonesia menyangkut perbatasan di Ambalat.
  4. Apakah Malaysia berani? Iya, bukankah Malaysia sudah berkali-kali melecehkan bangsa Indonesia mulai dari permasalahan pemulangan TKI secara besar-besaran, pemerkosaan, pembantaian, hingga membiarkan ribuan warga kelahiran  Indonesia yang bekerja di Malaysia puluhan tahun, hidup tanpa identatas. Pelecehan ini bukan saja pada level negara, namun hingga tigkat masyarakat dan Malaysia telah melakukan perang kebudayaan dengan menyebut bangsa orang Indonesia sebagai Indon. Terlebih sejak kemenangannya atas Ligitan-Sipadan di Mahkamah Internasional, Malaysia semakin arogan dan memandang rendah bangsa Indonesia.
  5. Dengan demikian Malaysia punya potensi dicurigai sebagai penunggang kuda troya berbagai aksi pengeboman atas dasar tindak tanduk dan unsur-unsur keterlibatan teritorial dan para aktor terorisme di Indonesia.